Tampilkan postingan dengan label Basuki Tjahaya Purnama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Basuki Tjahaya Purnama. Tampilkan semua postingan

di Saat yang lain libur panjang inilah yang dilakukan Ahok ke warganya

00.16.00 Add Comment

BlogDetik86 - Libur panjang sejak Kamis (5/5) lalu, tak membuat Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama berleha-leha. Dia ternyata, masih punya sejumlah aktivitas, di antaranya menghadiri ibadah dan kondangan warga. Bagaimana ceritanya?

Ditemui usai acara peresmian pembangunan Gereja Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Petra di Jalan Jampea No. 44, Koja, Jakarta Utara, Ahok sempat menjawab pertanyaan soal aktivitas liburannya. Dia hanya menyebut, kegiatannya fokus pada ibadah dan menghadiri acara kondangan warga.

"Keliling-keliling aja kayak gini-gini ibadah, datengin kondangan-kondangan warga," kata Ahok yang tampil berbatik cokelat, Minggu (8/5/2016).

Ahok tak menyebut secara spesifik ke mana saja dia beraktivitas. Agenda kunjungan ke acara pernikahan warga pun tak pernah diinformasikan ke media. Namun ada beberapa acara kondangan yang pernah dipajang di akun Instagramnya.

Salah satu acara kondangan pernah diposting dua pekan lalu. Kala itu, Ahok datang ke pernikahan salah seorang warga di Tegal Alur, Jakarta Barat. 

"Kondangan skalian makan siang enak di resepsi pernikahan warga Tegal Alur," tulis Ahok dalam caption foto instagramnya.

Setelah itu, Ahok juga memajang video dialognya dengan warga di Cipinang Lontar. Di video tersebut, dia sempat berdialog dengan warga setempat yang curhat soal sejumlah permasalahan di DKI Jakarta.Detik.com


baca juga :

Ini lima sosok muslim pertama yang duduki kursi pemerintahan Barat





Perbedaan Wajah Kalijodo Dulu dan Kini

06.01.00 Add Comment

BlogDetik86 - Kalijodo segera berubah wajah. Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama segera menjadikannya ruang terbuka hijau, mulai dari arena bermain futsal sampai skatepark. Saat ini, proses pembangunan masih dikerjakan. Bagaimana penampakannya?

detikcom kembali menengok kondisi Kalijodo, Jumat (6/5/2016), pukul 15.00 WIB. Di sana, masih terdapat alat berat yang meratakan tanah. Sejumlah pekerja proyek juga masih sibuk untuk membuat pondasi dan membersihkan puing-puing sisa bangunan.


Jalanan di sekitar area Kalijodo yang dulunya menjadi tempat parkir dan hunian bagi kafe dan lokasi prostitusi, kini sudah berubah bentuk jadi jalanan beton yang cukup besar. Lebarnya bisa menampung dua lajur kendaraan.

Isna (40) warga yang masih berdagang di sekitar lokasi mengatakan, kondisi Kalijodo memang sudah banyak berubah. Tak ada lagi geliat kehidupan malam di sana. Dagangannya pun hanya dibeli para pekerja proyek.

"Nggak ada yang beli. Mau dagang nggak ada orangnya," kata Isna.Sulaiman (62), sopir yang sehari-hari mangkal di sekitar Kalijodo menambahkan, pekerja proyek di Kalijodo bekerja siang malam. Mereka sibuk mengerjakan pondasi untuk lapangan dan arena lainnya.


"Sudah ada sebulan lebih (proyeknya). Katanya mau dijadiin lapangan," ungkapnya.

Meski banyak pekerjaan proyek, tak sedikit anak-anak yang memanfaatkan area tersebut untuk bermain. Ada yang bermain sepatu roda dan berlari-lari di sekitar lokasi.Detik.com


Gawat!!! ada isu SKPD mundur massal,begini reaksi Ahok

07.44.00 Add Comment

BlogDetik86- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membantah pernyataan anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif yang menyebut bakal ada pengunduran diri massal dari jajaran SKPD Pemprov DKI menyusul mundurnya Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi. Ahok sapaan akrabnya, memastikan jajaran SKPD di bawahnya tetap kondusif.
"Isu seperti itu mah sudah saya dengar sejak saya jadi wagub (Wakil Gubernur)," kata Ahok di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jalan Mawar RT 008/ RW 02, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (26/4).
Mundurnya Rustam, membuat memori Ahok kembali terbuka. Katanya, kejadian serupa juga terjadi saat dia masih menjabat wakil gubernur. Saat itu, Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta, Novrizal menyatakan mundur dari jabatannya.
Pengunduran diri Novrizal pada awal Desember 2013 itu karena alasan kesehatan. Keputusan Novrizal pun tak membuat efek domino ke PNS lain untuk latah ikut-ikutan mengundurkan diri.
"Pertama kali Pak Novrizal mundur, saya diancam yang sama. Kalau saya memecat orang di Dinas Perumahan maka semua eselon II akan mundur. Tetapi nyatanya kan enggak mundur," cerita Ahok.
Contoh lain, lanjut Ahok, terjadi saat dia sudah duduk di kursi gubernur. Dua pejabat DKI yakni Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI, Haris Pindratno, dan Kepala Dinas Tata Air, Tri Djoko Sri Margianto juga mengundurkan diri.
Ahok menduga mundurnya kedua pejabat ini adalah karena tidak cocok dan tidak bisa mengikuti cara kerjanya. Menurutnya, kejadiannya hampir mirip dengan kasus Rustam saat ini.
Mantan Bupati Belitung Timur itu menceritakan ketika Tri Djoko menyebut teori Ahok terlalu naif untuk mengatasi banjir. Padahal teorinya hanya membuat 1.086 sungai penghubung dan terhubung dengan baik, membuat penghubung tambahan, bendungan dan memperbaiki pompa air.
"Beliau enggak sepakat dengan teori saya. Dia katakan teori saya itu terlalu naif," imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif menilai langkah tersebut baru permulaan dari puncak gunung es dari kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
"Saya prihatin terhadap kondisi tatanan birokrasi ada akan ada dampaknya, nanti akan diikuti oleh pejabat-pejabat lain dan saya menyarankan Pak Gubernur berubah tata cara leadershipnya," katanya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (26/4).
Menurutnya, Rustam sebagai seorang pemimpin sudah bekerja dengan baik. Namun, sayangnya usaha yang telah dilakukan bukan mendapatkan apresiasi tetapi malah mendapat caci maki. Padahal pekerjaan yang dilakukan merupakan instruksi dari pimpinannya.
"Santernya, gosipnya sih ada 23 kepala SKPD (yang berniat mengundurkan diri). Tapi juga belum tahu. Itukan menurut pandangan saya seperti gunung es, yang muncul baru Pak Rustam, di akhir tahun lalu ada Pak Djoko (Tri Djoko Sri Margianto, mantan Kadis Tata Air)," tutup Syarif.merdeka.com
baca juga :

Gempar! Forum Jakarta Gagas Gerakan Aksi Damai Sejuta Umat Dukung Ahok