Tampilkan postingan dengan label Fadli Zon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fadli Zon. Tampilkan semua postingan

Fadli Zon :Calon dari Gerindra Harus Santun dan bukan tukang gusur

06.08.00 Add Comment

BlogDetik86- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus menggodok calon yang akan diusung dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang.
Siapa pun yang terpilih nantinya, Fadli memastikan bahwa sosok tersebut akan berpihak pada masyarakat DKI Jakarta.
"Harus mengayomi rakyat dan membawa kesejahteraan, kalau pemimpin tukang gusur bagaimana," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/5/2016).
Dari sekian banyak calon yang tengah digodok Partai Gerindra saat ini, Fadli menilai ada dua calon yang paling berpeluang untuk lolos.
Keduanya adalah Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno dan Letjen Sjafrie Sjamsoeddin. Fadli menganggap keduanya memiliki rekam jejak yang menjanjikan.
Namun, dia menyerahkan sepenuhnya kepada DPD Gerindra DKI untuk melakukan penjaringan awal.
"Yang jelas orangnya harus sopan santun dan bersahabat, banyak perkataan Gubernur sekarang tak pantas dan santun, memicu kerawanan sosial," ucap Fadli.Kompas.com

Reaksi Fadli Zon ketika Ruhut dilaporkan Pemuda Muhammadyah ke MKD

23.18.00 Add Comment

BlogDetik86 - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon menilai wajar jika Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan oleh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.
Fadli menilai, pernyataan Ruhut yang memplesetkan Hak Asasi Manusia menjadi Hak Asasi Monyet memang sudah diluar batas kewajaran.
"Perkataaan Pak Ruhut soal HAM itu keterlaluan," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/5/2016).
Apalagi, lanjut Fadli, pernyataan itu dilontarkan Ruhut dalam rapat resmi Komisi III DPR dengan Kapolri. Rapat itu salah satunya membahas kematian terduga teroris Siyono saat ditahan oleh Datasemen Khusus Antiteror 88.
"Artinya ini menyangkut manusia tapi diplesetkan seperti itu. Saya kira harus diproses oleh MKD," kata Politisi Partai Gerindra ini.
Fadli menyerahkan sepenuhnya ke MKD sanksi apa yang tepat untuk Ruhut. Fadli berharap kasus Ruhut ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh anggota untuk menjaga perkataannya, apalagi dalam rapat-rapat resmi.Kompas.com