Tampilkan postingan dengan label GP Ansor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GP Ansor. Tampilkan semua postingan

PIDATO HIMBAUAN (KASATKORNAS BANSER/KOMANDAN BANSER NASIONAL) H. ALFA ISNAENI

21.14.00 Add Comment

BlogDetik86, Faham Radikal dan Anti NKRI adalah musuh bangsa Indonesia. Menurut data yg di sampaikan pihak kepolisian dan BNPT setidaknya ada 19 nama organisasi di Indonesia yang tergolong dalam kelompok radikal, 

yaitu: Jamaah Islamiah, Tauhid Wal Jihad, NII (sedikit radikal), Majelis Mujahidin Indonesia Timur, Mujahidin Indonesia Barat, Ring Banten, Jamaah Ansharut Tauhid, Jamaah Al-Tawhid wal-Jihad, Pendukung dan Pembela Daulah Islamiah, Jamaah Anshauri Daulah, Ma'had Ansyarullah, Laskar Dinullah, Gerakan Tauhid Lamongan, Halawi Makmun Grup, Ansharul Khilafah Jawa Timur, IS Aceh, Ikhwan Muahid Indonesia fil Jazirah al-Muluk, Khilafatul Muslimin dan Al Muhajirin (sempalan HTI). 

Ke 19 organisasi tersebut menggunakan kekerasan. Mulai dari mengkafirkan selain kelompoknya, melakukan teror, menembak, meledakan bom, dan kegiatan lain yang mengandung teror. Nah, selanjutnya masih terdapat organisasi yg dapat dikelompokkan anti NKRI dan Pancasila dan diantaranya, neo PKI dan HTI. 

Persoalan PKI dan model barunya, punya kata kunci, yaitu telah berkhianat pada NKRI dengan melakukan kudeta. Sedangkan HTI adalah penggagas, pembawa, memperjuangkan khilafah Islamiyyah untuk menggantikan bentuk NKRI, tidak menerima Pancasila dan bhineka tunggal Ika. Untuk itulah Ansor dan Banser nenolak gerakan faham radikal dan faham khilafah. 

Kenapa kani menolak khilafah?, diantara alasan yang pokok yaitu;

1. Indonesia jadi jajahan khalifah;
2. Berlaku purifikasi, warga dicerabutkan dari budayanya sendiri. Misalnya tidak boleh ziarah makam leluhur, tidak ada masyarakat adat, dan larangan lainnya;

3. Berlaku hukum rajam;
4. Berkaku diskriminasi gender;
5. Tidak ada kehidupan yang berBhineka Tunggal Ika;
6. Wilayah berpenduduk bukan muslim memisahkan diri;
7. Cita-cita bangsa Indonesia bernegara sesuai digariskan Mukaddimah UUD 1945 dilenyapkan dari kesadaran kolektif warga;
8. PANCASILA terlarang;
9. NKRI bubar;
10. Apa bedanya dengan pemberontakan DI/TII. Untuk itulah, saya selaku Komandan Banser Nasional, mengajak kepada, OKP, LSM, ormas dan kepada seluruh anak bangsa yang masih mencintai negerinya, yang memiliki faham nasionalisme, dan yang memiliki rasa cinta kepada tanah, air Indonesia. 

Maka bergabunglah dalam menjaga dan menegakkan NKRI dengan cara melawan kelompok-kelompok yg anti NKRI. Khalifah adalah ilusi abad 21. Ingat di banyak negara HTI telah dibubarkan, yaitu; Mesir (1974), Rusia (2003), Kazakhstan (2005) Bangladesh (2009), Jerman, dan Turki. 

HTI juga dilarang di negara asalnya, Jordania (Hizbut Tahrir didirikan di Yerusalem yang saat itu dibawah kekuasaan Jordania). Beberapa negara lain seperti Inggris dan Australia sedang berusaha untuk melarang HTI. Bagaimana sikap Polri dan TNI sebagai alat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bukan alatnya PKI dan juga bukan alatnya HTI. Pak Kapolri dan Pak Panglima, bersikaplah. Selanjutnya Sahabat-Sahabatku Banser se Indonesia, Percayalah, apa yg kita perjuangkan adalah kebenaran yg sejati.. Sejati jatinya kebenaran, Hanya keikhlasan sahabat2 semua yg akan menghadiahkan harga diri bangsa kita, Bangsa Indonesia. Semoga Allah SWT memberkahi perjuangan kita, Amin


Tolak Muktamar Hizbut Tahrir, Pemuda Ansor Kediri Apel Siaga

18.36.00 Add Comment

BlogDetik86– Ratusan anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Bantuan Serba Guna  Nahdlatul Ulama sejak pagi berkumpul di halaman Kantor Desa Badas, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Mereka menggelar apel siaga menolak kegiatan Muktamar Tokoh Umat oleh Dewan Pimpinan Daerah Hizbut Tahrir Indonesia di Jombang, Minggu besok, 1 Mei 2016.

"Kami minta polisi menganulir acara itu karena akan menyebarkan ajaran Khilafah Islamiyah,” kata Munasir Huda, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kediri, yang memimpin apel, Sabtu, 30 April 2016.

Di depan ratusan anggota Ansor dan Banser, Huda menyerukan penolakan terhadap seluruh aktivitas HTI yang mengarah pada upaya melawan ideologi Pancasila. Dia  menuding organisasi itu sengaja menyebarkan ajaran Khilafah Islamiyah yang ditafsirkan sebagai upaya membentuk Negara Islam di Indonesia. “Ini sudah gerakan makar,” katanya.

Huda berujar Hizbut Tahrir  berupaya menyebarkan ajaran Khilafah Islamiyah secara sembunyi-sembunyi melalui berbagai kegiatan. Salah satunya dengan menyelenggarakan safari Muktamar Tokoh Umat  di delapan kota dan kabupaten wilayah Jawa Timur. Kegiatan itu, kata Huda, akan dihadang oleh Ansor dan Banser karena menilai  menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945.

Ansor dan Banser  Kediri  meminta polisi menganulir izin kegiatan tersebut demi menjaga situasi tetap kondusif. Huda menyatakan  siap berdiri di belakang aparat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan membendung propaganda Hizbut Tahrir. “Kami akan bersihkan seluruh atribut  kegiatan tersebut,” kata pengurus Banser Kabupaten Kediri, Eko Utomo.

Jika Hizbut Tahrir  tetap menyebarkan propaganda tentang Khilafah Islamiyah kepada masyarakat,  Ansor dan Banser tak segan-segan menuntut pembubaran organisasi itu dari wilayah Indonesia.Tempo.co
baca juga :






GP Ansor: Kelompok Intoleran Semakin Mengkhawatirkan

19.06.00 Add Comment

BlogDetik86, Gerakan Pemuda Ansor menilai pergerakan kelompok intoleran yang ingin mendirikan negara Islam di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Bahkan, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Quomas menyebut pergerakan ini sudah mulai menyerang anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah.

"Saat ini mereka sudah menyisipkan ideologinya ke buku-buku untuk siswa sekolah bahkan di tingkat kanak-kanak," ujar Yaqut seperti yang dilansir Antara, di Balai Kartini, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (24/4/2016).

Menurut Yaqut, kelompok intoleran ini sangat berbahaya. Sebab, mereka dapat memecah-belah keutuhan Indonesia lantaran memilki agenda besar untuk merebut kekuasaan negara dan mengubah NKRI menjadi negara Islam.

Selain itu, Yaqut mengatakan, kelompok itu juga akan mengkafirkan orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka meski sesama muslim. GP Ansor, kata dia, juga telah melakukan langkah pencegahan dengan melakukan kaderisasi anggotanya untuk mengatasi ancaman itu.

"Anggota Ansor sebanyak 1,7 juta orang, kita mengkaderisasi mereka untuk tetap kepada Pancasila dan UUD 1945, dan NKRI," kata dia.

Gus Tutut, sapaan Yaqut, menambahkan GP Ansor juga menurunkan spanduk yang berisi ajakan untuk membentuk negara Islam. "Kita temukan spanduk untuk mengajak masyarakat mendirikan negara Islam di Rembang. Ansor melakukan penurunan spanduk tersebut yang tentu saja dilakukan dengan koordinasi dengan aparat kemanan," tambah dia.

Dia membeberkan, pihaknya juga menemukan spanduk itu di Cilegon dan Kediri. GP Ansor mengharapkan peran pemerintah untuk menentaskan kelompok intoleran tersebut karena kelompok-kelompok tersebut legal.

Terkait keberadaan ideologi intoleran yang telah tersisip di buku yang telah beredar di tingkat TK, Yaqut mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menertibkan buku itu.

"Buku itu mengajarkan radikalisme sejak kecil, maka kami berkoordinasi dengan kementerian dan aparat keamanan. Saat ini buku-buku tersebut telah ditemukan di Depok, kia juga curiga buku tersebut ada di tempat lain," kata dia.metrotvnews.com

baca juga :

.

Begini jawaban Jokowi soal Reshuffle menteri jilid II.