Tampilkan postingan dengan label PNS DKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PNS DKI. Tampilkan semua postingan

Djarot Wagub DKI :DKI Paling unggul dari daerah-daerah lain dalam hal ini

07.50.00 Add Comment

BlogDetik86 - Belasan peserta visitasi pendidikan dan latihan (Diklat)‎ PIM Tingkat III Angkatan XLVI untuk Mata Diklat Inovasi dalam Bidang Reformasi Birokrasi menyambangi Balaikota DKI Jakarta, Rabu (4/5). Kedatangan mereka disambut oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.
Menurut Djarot, kedatangan mereka untuk mengetahui inovasi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, terutama dalam pelaksanaan reformasi birokrasi. Selama dua tahun ini, Djarot menilai reformasi yang dilakukan Pemprov DKI sudah baik, bahkan cenderung lebih unggul dari daerah lain.
“Kalau dari sisi struktur, sistem, it's ok ya. Mungkin DKI ini yang paling unggul dari sisi apapun juga,” kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (4/5).
Sistem reformasi birokrasi yang paling baik, menurutnya adalah sistem sistem pelayanan dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di lingkungan Pemprov DKI. Begitu juga dengan kehadiran Smart City juga menunjang reformasi birokrasi di DKI Jakarta berjalan maksimal.
"Smart City-nya sebagai kota pintar, itu paling baiklah di Indonesia," katanya.
Hanya saja, dikatakan Djarot, sebagai pusat pemerintahan juga sebagai ibukota negara, persoalan reformasi birokrasi tidak hanya berhenti disitu. Tetapi, juga harus memikirkan bagaimana mengubah pola pikir (mindset) dari PNS DKI.
"Persoalannya adalah bagaimana kita dapat merubah pola pikir, budaya pegawai-pegawai kita, birokrat-birokrat kita. Agar betul-betul punya kepedulian, integritas, ramah, tidak mau terima uang, selalu senyum, cepat mengambil keputusan, cepat menanggapi saat melayani warga Jakarta. Tidak mau pulang jika kerjaannya belum selesai, disiplin. Inilah kemampuan lunak yang harus dibangun dalam pola pikir PNS," paparnya.
Dengan perubahan pola pikir dan budaya dari pegawai-pegawai itu, ditambahkan Djarot sistem yang bagus yang telah dirancang oleh Basuki dan dia dapat berjalan maksimal. "Percumakan sistem udah baik, tapi PNS tidak mendukung," terangnya.
Tetapi, diakuinya, reformasi birokrasi itu belum sepenuhnya berhasil dilaksanakan. Karena masih ada beberapa pegawai yang melakukan pelanggaran. Mereka yang tidak memiliki kinerja yang baik, pasti akan dimutasi atau dipecat.

Luar biasa, di era Jokowi dan Ahok di dinas ini dan DKI PNS fiktif terbongkar.

08.11.00 Add Comment

BlogDetik86 - Badan Kepegawaian Negara (BKN) membeber data tentang 57.724 pegawai negeri sipil (PNS) misterius yang diduga fiktif. Menurut Kepala BKN Bima Haria Wibisana,
temuan hasil Pendaftaran Ulang Pegawai Negeri Sipil melalui sistem online atau e-PUPNS itu mencakup seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah.
"Ini 57.724 PNS misterius ada di seluruh instansi pusat dan daerah. Biasanya yang PNS-nya banyak, yang misteriusnya juga banyak," kata Bima kepada JPNN, Jumat (22/4).
Ia lantas memerinci data tentang PNS fiktif di intansi pemerintah pusat. Temuan paling banyak ada di Kementerian Agama. Jumlahnya mencapai 7000 PNS.
Selanjutnya Kemendikbud (2700 orang), Kementerian Pertahanan (2000-an orang), BPN (1.800 orang). “Kementerian Keuangan 1.700-an orang,” sebutnya.
Sedangkan instansi pemerintah daerah dengan temuan terbanyak tentang PNS fiktif adalah DKI Jakarta karena jumlahnya mencapai ribuan. “Hanya DKI Jakarta yang mencapai ribuan, yaitu 1.250 orang,” sebutnya.
Sedangkan pemerintah daerah lainnya yang juga ditemukan PNS fiktif cukup banyak adalah Jawa Tengah, Jawa Barat dan JAwa Timur. Jumlahnya tak sampai ribuan.
Namun, kata Bima, di kabupaten/kota di tiga provinsi di Pulau Jawa itu juga ada PNS fiktif. “Masing-masing kabupaten/kota ada sekitar 200 orang pegawai tidak jelas,” sebutnya.jppn.com.

baca juga :

Baru 2 Tahun, Era Jokowi : Koruptor BLBI Disikat, Koruptor Century Ditangkap! SBY Bengong?