Tampilkan postingan dengan label pemprov DKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemprov DKI. Tampilkan semua postingan

Gebrakan Ahok,"Wisata Balai kota" Siapapun boleh pakai acara di Balaikota Gratis!!!

06.50.00 Add Comment

BlogDetik86 - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membebaskan kelompok manapun membuat acara pada "Wisata Balai Kota" maupun Balai Kota.

Sama halnya seperti Sabtu (7/5/2016) ini, finalis Abang None Kepulauan Seribu membuat acara public speaking dan mengundang Ahok untuk menyampaikan sambutan.

"Kami izinkan organisasi, kelompok manapun, boleh pakai (Balai Kota) tidak pakai bayar. Itu yang kami tawarkan," kata Ahok, di Balai Kota.

Adapun "Wisata Balai Kota" diselenggarakan setiap hari Sabtu dan Minggu.
Seluruh ruang rapat dibuka agar warga dapat melihat isi kantor gubernur.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga membangun Jakarta Smart City Lounge di lantai 3 Balai Kota.

Warga bisa melihat Jakarta dari sebuah layar besar.
Di Balai Agung, ada pertunjukkan menonton film gratis.
Pada "Wisata Balai Kota" hari ini terlihat pengunjung membeludak.
Warga berdatangan hingga jelang wisata ditutup pada pukul 17.00.
Kepala Biro Umum DKI Jakarta Agustino Dharmawan mengatakan jumlah pengunjung "Wisata Balai Kota" mencapai 827 orang pada pukul 14.00.
"Biasanya (pengunjung) 400-an orang," kata Agustino.Kompas.com

Luar biasa, di era Jokowi dan Ahok di dinas ini dan DKI PNS fiktif terbongkar.

08.11.00 Add Comment

BlogDetik86 - Badan Kepegawaian Negara (BKN) membeber data tentang 57.724 pegawai negeri sipil (PNS) misterius yang diduga fiktif. Menurut Kepala BKN Bima Haria Wibisana,
temuan hasil Pendaftaran Ulang Pegawai Negeri Sipil melalui sistem online atau e-PUPNS itu mencakup seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah.
"Ini 57.724 PNS misterius ada di seluruh instansi pusat dan daerah. Biasanya yang PNS-nya banyak, yang misteriusnya juga banyak," kata Bima kepada JPNN, Jumat (22/4).
Ia lantas memerinci data tentang PNS fiktif di intansi pemerintah pusat. Temuan paling banyak ada di Kementerian Agama. Jumlahnya mencapai 7000 PNS.
Selanjutnya Kemendikbud (2700 orang), Kementerian Pertahanan (2000-an orang), BPN (1.800 orang). “Kementerian Keuangan 1.700-an orang,” sebutnya.
Sedangkan instansi pemerintah daerah dengan temuan terbanyak tentang PNS fiktif adalah DKI Jakarta karena jumlahnya mencapai ribuan. “Hanya DKI Jakarta yang mencapai ribuan, yaitu 1.250 orang,” sebutnya.
Sedangkan pemerintah daerah lainnya yang juga ditemukan PNS fiktif cukup banyak adalah Jawa Tengah, Jawa Barat dan JAwa Timur. Jumlahnya tak sampai ribuan.
Namun, kata Bima, di kabupaten/kota di tiga provinsi di Pulau Jawa itu juga ada PNS fiktif. “Masing-masing kabupaten/kota ada sekitar 200 orang pegawai tidak jelas,” sebutnya.jppn.com.

baca juga :

Baru 2 Tahun, Era Jokowi : Koruptor BLBI Disikat, Koruptor Century Ditangkap! SBY Bengong?

Inilah jawaban mengejutkan Ahok kepada guru yang rumahnya mau digusur.

06.53.00 Add Comment

BlogDetik86 - Guru di Pejompongan yang rumahnya akan digusur oleh Dinas Pendidikan DKI mengaku sudah mengadu kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Mereka mengaku puas karena Basuki memberi respon yang cenderung mendukung warga.
"Kami bilang kami sudah dapat SP 2, tapi kami masih aktif menjadi guru di sana," ujar Selamet, warga Jalan Danau Limboto, Pejompongan, Jumat (22/4/2016).
"Kata Pak Ahok, 'Oh harusnya enggak bisa begitu, kok bisa?'" tambah Selamet.
Apalagi, warga sudah memiliki kuasa hukum sendiri. Selamet mengatakan Basuki berjanji akan memeriksa kasus sengketa ini. Selamet mengatakan reaksi kaget Basuki memberi harapan kepada mereka bahwa seharusnya mereka tidak perlu digusur.
"Kemarin bilang mau dipelajari dan disuruh tunggu nanti ada yang telepon," ujar Selamet. 
Kronologi
Warga RT 21, Rumondang Nefolita, menjelaskan kronologi rencana penggusuran ini dimulai dari berdirinya rumah puluhan tahun lalu.
"Ada 7 rumah yang mayoritas dihuni oleh keluarga guru," ujar Rumondang.
Rumah tersebut adalah milik Selamat, Fariha, Deny Suteja, Idris, Carman, Luneto, dan TNS Panggabean. Romundang mengatakan mereka merupakan guru yang menetap di daerah tersebut sekitar 40 tahun lalu.
"Dulu ini adalah kawasan rawa. Tapi tidak ada sekolah di sini. Makanya ada 3 orang yg memikirkan edukasi lingkungan di sini yaitu Pak Selamet, Luneto, dan TNS Panggabean," ujar Rumondang.
Ketiga guru tersebut meminta kepada gubernur saat itu agar dibangun sekolah di lingkungan itu. Hingga akhirnya, sekolah-sekolah dibangun dan dikelola oleh 3 guru tersebut. 
Sampai saat ini, beberapa sekolah memang berdiri berdekatan di kawasan tersebut. Setelah sekolah dibangun, ketiganya kembali meminta izin menggunakan lahan negara untuk tempat tinggal mereka.
Mereka pun tinggal di lingkungan tersebut hingga sekarang. Namun, tiba-tiba mereka mendapatkan SP 1 yang isinya adalah perintah pengosongan. SP 2 pun turun tujuh hari setelahnya.Kompas.com
baca juga :

Wow!!! isinya begitu indah surat cinta untuk Ratna Sarumpet.