Tampilkan postingan dengan label walikota Surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label walikota Surabaya. Tampilkan semua postingan

Muncul Akun Twitter Pendukung Risma Jadi Cagub DKI

07.46.00 Add Comment

Infomeia.net- Sebuah akun media sosial Twitter yang mendukung agar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dicalonkan untuk Pilgub DKI 2017 muncul. Meski sebenarnya Risma belum menyatakan kesediaannya untuk melenggang ke Ibu Kota.

Akun Twitter tersebut bernama @Karisma_Jakarta, tetapi tidak dijelaskan maksud dari pemilihan namanya. @Karisma_Jakarta memasang foto Risma dengan warna hitam-putih dan tulisan 'Bekerja Dengan Hati'.

"Warga Jakarta | Menemukan pemimpin yang dekat dengan rakyat, hidupnya untuk layani rakyat ~ Dr. (HC) Tri Rismaharini, M.T," tulis akun itu dalam bio-nya seperti dikutip detikcom pada Minggu (8/5/2016).

@Karisma_Jakarta mencuit untuk pertama kalinya pada Senin, 2 Mei 2016. Dalam sepekan ini akun itu sudah mencuit sebanyak 988 kali, mengikuti 89 akun, dan memiliki 189 pengikut.

Tak hanya cuitan, @Karisma_Jakarta juga mengunggah foto-foto kegiatan para relawan pendukung Risma dan posko-posko yang lengkap memasang poster dukungan. Beberapa tautan berita yang berkaitan dengan Risma juga dicuitkan oleh akun tersebut. Belum diketahui siapa pengelola akun ini.Detik.com


baca juga :

Kepada Djarot, Taufik: Tolong Bilang ke Ahok, Dia Belum Jadi Calon Gubernur

Disebut akan Lepas Dukungan ke Ahok, Ongen: Emang Kura-kura Ninja

Menteri Sosial Khofifah Kembali Didukung Pimpin Muslimat NU

waduh,kasihan !!! Sering di periksa KPK, M Taufik di doakan teman separtainya






Pengamat LIPI Ikrar Nusa Bakti:inilah perbedaan mendasar Jokowi dan Risma dalam PILGUB DKI

21.20.00 Add Comment

BlogDetik86- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) harus cermat membaca situasi dalam menentukan Calon Gubernur DKI Jakarta 2017.
Menurut Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti, situasi yang dialami PDI-P saat ini berbeda dengan Pilgub DKI Jakarta 2012 yang lalu.
Oleh karena itu, PDI-P tidak bisa menyamakan Tri Rismaharinidengan Joko Widodo yang sukses melenggang ke Jakarta karena prestasinya di daerah.
"Di Pilgub DKI Jakarta 2012, Jokowi (Joko Widodo) punya penerus yang bisa dipercaya untuk melanjutkan pembangunan di Solo. Wakilnya saat itu FX Hadi Rudyatmo bisa dipercaya untuk meneruskan program kerja Jokowi di Solo," ujar dia.
Sedangkan hal itu tak berlaku bagi Risma saat ini yang masih menjabat Wali Kota Surabaya hingga tahun 2020.
Ikrar menilai Wisnu Sakti Buana yang kini menjadi Wakil Walikota Surabaya tak memiliki rekam jejak yang bisa dipercaya untuk meneruskan program Risma jika nantinya menggantikan Risma menjadi Wali Kota.
"Jangan-jangan itu malah keinginan dari mereka supaya jabatan Wali Kota Surabaya dipegang Wisnu makanya mereka mewacanakan Risma ke Jakarta," tutur Ikrar.
Lebih lanjut, Ikrar berpendapat Risma juga masih kurang lihai dibandingkan Joko Widodo untuk merebut simpati di kantong suara lawan.
Dia pun mencontohkan keberhasilan Joko Widodo merebut simpati para pemilih di kampung-kampung Betawi seperti di Setu Babakan dan daerah lainnya.
Dengan demikian, Ikrar menilai PDI-P lebih baik tidak menghancurkan masa depan kader-kader potensialnya seperti Risma dengan memaksa mereka bertarung di Jakarta.
"Masa depan mereka masih panjang di politik, lebih baik Risma disiapkan untuk Pilgub Jatim karena itu lebih realistis untuk jalannya ke RI 1, toh Risma sudah mengatakan keinginannya untuk menyelesaikan masa jabatannya hingga selesai di Surabaya," ucap dia.Kompas.com
baca juga :

Terbukti berkelas,Perusahaan ternama bakal bergabung dengan Mobnas Esemka