Tampilkan postingan dengan label KTP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KTP. Tampilkan semua postingan

Kepada Djarot, Taufik: Tolong Bilang ke Ahok, Dia Belum Jadi Calon Gubernur

06.23.00 Add Comment

BlogDetik86- Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta,M Taufik mengatakan bahwa hingga saat ini, belum ada satupun calon gubernur DKI Jakarta yang akan bertarung di Pilgub.
Menurut Taufik, penetapan menjadi calon gubernur pada saat KPUD telah melakukan verifikasi syarat pencalonan dan syarat calon
"Tolong bilangin ke temen Pak Djarot itu si Ahok, dia belum jadi calon gubernur, jadi jangan kepedean dulu," jelasnya kepada Djarot di Rakerda DPD Gerindra, Jakarta, Minggu (8/5/2016).
Taufik menjelaskan sebagai mantan komisioner KPU Daerah, untuk pengumpulan dukungan KTP, sangat mudah dilakukan oleh siapapun termasuk oleh calon anggota DPD RI pada saat pemilihan legislatif.
"Gampang satu juta dukungan aja. Pergi aja ke Pramuka situ, tinggal bikin sendiri, fotokopi sendiri. Itu modus lama anggota DPD," ungkapnya.
Dia mengatakan bahwa meskipun Ahok sudah memutuskan untuk melalui jalur independen, banyak hal yang perlu dilalui dan belum tentu akan lolos menjadi calon gubernur jika banyak KTP yang merupakan hasil dari toko percetakan.Tribunnews.com
baca juga :

Disebut akan Lepas Dukungan ke Ahok, Ongen: Emang Kura-kura Ninja

Menteri Sosial Khofifah Kembali Didukung Pimpin Muslimat NU

waduh,kasihan !!! Sering di periksa KPK, M Taufik di doakan teman separtainya





Berulah lagi !!! Jurus ngeles ke-2 Habiburokhman ketika ditagih janjinya terjun dari Monas

01.18.00 Add Comment

BlogDetik86 – Terus-terusan ditagih supaya terjun dari Monas, Politikus Gerindra Habiburokhman balik menantang Teman Ahok untuk membuktikan klaimnya telah mengumpulkan sejuta Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra tersebut meminta Teman Ahok, yang diplesetkannya menjadi Teman Mabok, untuk mengumumkan nama dan alamat masyarakat yang bakal mendukung Basuki Tjahaja Purnama di Pilkada 2017 mendatang, sebagai syarat untuk mendaftar lewat jalur independen.



“Umumkan saja sekarang by name by address? Kan sudah Berani klaim. Gak Berani kan? Khawatir ketahuan bohong?,” cuit Habib di akun Twitter yang dipantau Sabtu (07/06/2017).

Menurutnya, klaim Teman Ahok sudah mengumpulkan satu juta KTP akan memalukan jika tidak dibuktikan.

“Kenapa harus nunggu KPU untuk buktikan KTP cukup, Teman Mabok khan klaim sudah dari bulan lalu? Dasar gak tau malu, nyesel kan sudah main klaim?,” katanya.

Seperti diberitakan, Teman Ahok mengklaim sudah memenuhi jumlah minimum data KTP yang disyaratkan KPUD DKI bagi pasangan calon perseorangan untuk pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Heru Budihartono dalam Pilkada DKI 2017, Senin (11/04/2016).

Oleh karena itu, Habiburokhman terus didesak supaya terjun dari Monas sesuai janjinya, terutama lewat akun Twitter pribadinya.

Sebelumnya, melalui akun Twitter, politikus Gerindra itu bersumpah akan terjun dari atas Monas jika calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berhasil mengumpulkan KTP untuk maju secara independen pada Pilkada Jakarta 2017.
"Benar saya menulis dengan sadar dan ikhlas," katanya dengan mantap saat dikonfirmasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/03/2016).Rimanews.com
baca juga :

Berulah lagi !!! Jurus ngeles ke-2 Habiburokhman ketika ditagih janjinya terjun dari Monas


Jurus ngeles Habiburokhman ketika ditagih janjinya terjun dari Monas

19.01.00 Add Comment

BlogDetik86- Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, menuding sejumlah akun yang mendesak dirinya supaya terjun dari Monas dikendalikan oleh orang bayaran.
“Alay 8 follower, kasihan disuruh lembur,” kata Habib saat ditanya akun @justagus_a kapan dirinya terjun dari Monas, Jumat (06/05/2016).

“Siapa bilang? kita ndak bully ah. Kita cuman nyemangatin Bieb! - Bieb! kapan terjunnya dr Monas, ya ga,” kata akun @dinivian.
Lagi-lagi, Habiburokhman membalas dengan mengungkit jumlah pengikut akun tersebut. “Parah Mr 10 follower,” tukas pria yang berprofesi pengacara ini.

Habiburokhman, oleh sejumlah pihak, mulai ditagih janjinya untuk terjun dari Monas menyusul klaim dari Teman Ahok bahwa mereka sudah memenuhi jumlah minimum data KTP yang disyaratkan KPUD DKI bagi pasangan calon perseorangan untuk pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Heru Budihartono dalam Pilkada DKI 2017, Senin (11/4/2016).

Bahkan Ketua Mahkamah Konstitusi (2008-2013) Mahfud MD ikut mengingatkan supaya tidak ada pihak yang turut memfasilitasi aksi terjun dari Monas, yang disebutnya bisa dipidana karena terlibat aksi bunuh diri seseorang.

Sebelumnya, melalui akun Twitter, politikus Gerindra itu bersumpah akan terjun dari atas Monas jika calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dapat mengumpulkan KTP untuk maju secara independen dalam Pilkada DKI 2017.
"Benar saya menulis dengan sadar dan ikhlas," terangnya saat dikonfirmasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/03/2016).Rimanews.com
baca juga :




Buntut Tuduhan “Nyolong” KTP, “Teman Ahok” Lapor Polisi

21.05.00 Add Comment

BlogDetik86– “Teman Ahok” mengklarifikasi soal tudingan mencuri kartu tanda penduduk (KTP) salah seorang warga untuk syarat dukungan Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Menurut Teman Ahok, fitnah soal dianggap mencuri KTP itu keji.
“Kami nyatakan #TemanAhokNyolongKTP itu fitnah keji,” kata Juru Bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas dalam siaran pers yang diterima Kompas.com di Jakarta, Sabtu (30/4/2016).
Tudingan pencurian KTP sendiri dari akun Twitter milik @antohendardji. Anto me-mention akun @TemanAhok dengan meyebut relawan itu mencuri KTP dirinya untuk dukungan pada Ahok.
Anto mengaku menerima pesan singkat konfirmasi pengumpulan KTP. Padahal dirinya tidak pernah merasa mengumpulkan KTP untuk Ahok.
“Cuitan @antohendardji ini dengan cepat di-retweet oleh beberapa pihak yang memang seringkali berseberangan pandangan dengan Teman Ahok dan segera dimanfaatkan sebagai bahan fitnah melalui hestek #TemanAhokNyolongKTP,” tulis Amalia.
Teman Ahok tak memungkiri pesan singkat itu dikirim oleh relawan. Pengiriman pesan konfirmasi itu berdasar dari data formulir yang masuk dan diterima Teman Ahok.
Ia mengaku heran jika ada orang yang menyebut ada pencurian KTP. Pasalnya, hingga saat ini, 125 ribu pesan singkat yang dikirim untuk konfirmasi hanya terjadi karena kesalahan pemasukan data.
“Kalau dituduh curi baru kali ini,” kata Amalia.
Sistem Teman Ahok saat ini diakui lebih canggih. Modal canggih itu kemudian digunakan untuk mencari data-data dari Anto. Terbukti, kurang dari 15 menit Teman Ahok berhasil menemukan data dari Anto.
Anto sendiri dalam data Teman Ahok tidak mendaftar sendiri. Berdasar penelusuran, ada satu nama lagi yakni Suwari Hentiono. Suwari sendiri disebut sebagai ibu dari Anto. Suwari juga lah yang mengisi dan mengembalikan.
“Kuat dugaan kami, Ny. Suwarti yang mengumpulkan KTP Anto. Karena tanda-tangan di KTP dan form dukungan Ny. Suwarti sama persis seperti yang ada di form atas nama Anto,” kata Amalia.
Namun, jika kemudian ia bersikeras juga tidak mengakui pengumpulan KTP, Ny. Suwarti disarankan untuk melayangkan gugatan.
“Ini kita bawa ke polisi untuk dibuktikan secara forensik. Ada ahli forensik tulisan tangan yang bisa buktikan, dan bisa jadi ada CCTV di PIM 1 yang cek di tanggal tersebut (27 Maret 2016),” kata Amalia.Jurnalpolitik.com

Semakin Diserang, Ahok Semakin Kuat

19.38.00 Add Comment

Inofomenia.net: Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama bertubi-tubi diserang lewat berbagai isu untuk menjatuhkan elektabilitas. Serangan politik mulai dilancarkan menjelang pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta 2017.

Mantan Calon Gubernur Independen Faisal Basri mengatakan, elektabitas Ahok sulit dijatuhkan. Dia bilang, semakin Ahok diserang, semakin deras dukungan masyarakat kepada mantan Bupati Belitung Timur itu.

"Dia (Ahok) sulit dijatuhkan. Saya heran mengapa pesaing Ahok tidak sadar, kalau semakin Ahok diserang, Ahok akan semakin kuat," kata Faisal dalam acara silaturahmi di Addicted Cafe, Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Santu (30/4/2016).

Pria yang lebih dikenal sebagai ekonom ini mengatakan, Ahok hanya dapat dikalahkan dengan orang yang memiliki gagasan cemerlang untuk membangun Jakarta. Saat ini, lanjut Faisal, bukan zamannya menyerang lawan politik dengan isu-isu yang menyudutkan.

"Ahok bisa dikalahkan sama orang yang lebih hebat dari Ahok. Orang yang memiliki gagasan lebih hebat dari yang Ahok punya," imbuhnya.

Faisal mengaku risih dengan calon-calon penentang Ahok yang maju dengan membawa label agama. Menurut Faisal, cara seperti itu tidak lagi relevan.‎ Dia juga mengkritisi upaya Front Pembela Islam (FPI) yang menggelar Konvensi Calon Gubernur Muslim untuk melawan Ahok di ajang Pilgub DKI Jakarta 2017.‎

"Agama kok jadi dagangan. Kumpulin KTP di masjid-masjid seperti Yusril. Ada yang bikin konvensi Gubernur Muslim. Saatnya adu gagasan," ucap pria berdarah batak ini.Metrotvnews.com

E-KTP Sekarang Bisa Dicetak di Mobil Keliling

02.48.00 Add Comment


BlogDetik86 - Untuk mempercepat layanan pencetakan KTP elektronik atau e-KTP‎, kini masyarakat bisa mendapatkannya di layanan e-KTP menggunakan mobil keliling.
"Kemarin kita uji coba di RW 05 dan RW 10 Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat. Jadi sekarang tidak hanya di kelurahan saja cetaknya," ujar Edison Sianturi, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta, Minggu (24/04/2016).
Karena itu menurutnya, bagi warga yang belum memiliki e-KTP agar segera melakukan pencetakan.
"Artinya selama tidak ada perubahan data mau cetak dilokasi mana saja bisa, kalau ada perubahan dilakukan disesuai domisili," katanya.
Sedangkan untuk pelayanan mobil keliling sendiri menurutnya dilakukan khusus pada hari libur. Hal ini untuk memberi layanan pada masyarakat yang tidak sempat mengurusnya di hari kerja.
"Untuk mobil keliling kita biasanya ada permintaan dari lurah atau RW yang memang di lokasinya banyak yang belum merekam dan mencetak e-KTP," tandasnya, seperti yang dikutip dari laman rimanews.com