Tampilkan postingan dengan label TemanAhok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TemanAhok. Tampilkan semua postingan

Berulah lagi !!! Jurus ngeles ke-2 Habiburokhman ketika ditagih janjinya terjun dari Monas

01.18.00 Add Comment

BlogDetik86 – Terus-terusan ditagih supaya terjun dari Monas, Politikus Gerindra Habiburokhman balik menantang Teman Ahok untuk membuktikan klaimnya telah mengumpulkan sejuta Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra tersebut meminta Teman Ahok, yang diplesetkannya menjadi Teman Mabok, untuk mengumumkan nama dan alamat masyarakat yang bakal mendukung Basuki Tjahaja Purnama di Pilkada 2017 mendatang, sebagai syarat untuk mendaftar lewat jalur independen.



“Umumkan saja sekarang by name by address? Kan sudah Berani klaim. Gak Berani kan? Khawatir ketahuan bohong?,” cuit Habib di akun Twitter yang dipantau Sabtu (07/06/2017).

Menurutnya, klaim Teman Ahok sudah mengumpulkan satu juta KTP akan memalukan jika tidak dibuktikan.

“Kenapa harus nunggu KPU untuk buktikan KTP cukup, Teman Mabok khan klaim sudah dari bulan lalu? Dasar gak tau malu, nyesel kan sudah main klaim?,” katanya.

Seperti diberitakan, Teman Ahok mengklaim sudah memenuhi jumlah minimum data KTP yang disyaratkan KPUD DKI bagi pasangan calon perseorangan untuk pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Heru Budihartono dalam Pilkada DKI 2017, Senin (11/04/2016).

Oleh karena itu, Habiburokhman terus didesak supaya terjun dari Monas sesuai janjinya, terutama lewat akun Twitter pribadinya.

Sebelumnya, melalui akun Twitter, politikus Gerindra itu bersumpah akan terjun dari atas Monas jika calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berhasil mengumpulkan KTP untuk maju secara independen pada Pilkada Jakarta 2017.
"Benar saya menulis dengan sadar dan ikhlas," katanya dengan mantap saat dikonfirmasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/03/2016).Rimanews.com
baca juga :

Berulah lagi !!! Jurus ngeles ke-2 Habiburokhman ketika ditagih janjinya terjun dari Monas


Buntut Tuduhan “Nyolong” KTP, “Teman Ahok” Lapor Polisi

21.05.00 Add Comment

BlogDetik86– “Teman Ahok” mengklarifikasi soal tudingan mencuri kartu tanda penduduk (KTP) salah seorang warga untuk syarat dukungan Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Menurut Teman Ahok, fitnah soal dianggap mencuri KTP itu keji.
“Kami nyatakan #TemanAhokNyolongKTP itu fitnah keji,” kata Juru Bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas dalam siaran pers yang diterima Kompas.com di Jakarta, Sabtu (30/4/2016).
Tudingan pencurian KTP sendiri dari akun Twitter milik @antohendardji. Anto me-mention akun @TemanAhok dengan meyebut relawan itu mencuri KTP dirinya untuk dukungan pada Ahok.
Anto mengaku menerima pesan singkat konfirmasi pengumpulan KTP. Padahal dirinya tidak pernah merasa mengumpulkan KTP untuk Ahok.
“Cuitan @antohendardji ini dengan cepat di-retweet oleh beberapa pihak yang memang seringkali berseberangan pandangan dengan Teman Ahok dan segera dimanfaatkan sebagai bahan fitnah melalui hestek #TemanAhokNyolongKTP,” tulis Amalia.
Teman Ahok tak memungkiri pesan singkat itu dikirim oleh relawan. Pengiriman pesan konfirmasi itu berdasar dari data formulir yang masuk dan diterima Teman Ahok.
Ia mengaku heran jika ada orang yang menyebut ada pencurian KTP. Pasalnya, hingga saat ini, 125 ribu pesan singkat yang dikirim untuk konfirmasi hanya terjadi karena kesalahan pemasukan data.
“Kalau dituduh curi baru kali ini,” kata Amalia.
Sistem Teman Ahok saat ini diakui lebih canggih. Modal canggih itu kemudian digunakan untuk mencari data-data dari Anto. Terbukti, kurang dari 15 menit Teman Ahok berhasil menemukan data dari Anto.
Anto sendiri dalam data Teman Ahok tidak mendaftar sendiri. Berdasar penelusuran, ada satu nama lagi yakni Suwari Hentiono. Suwari sendiri disebut sebagai ibu dari Anto. Suwari juga lah yang mengisi dan mengembalikan.
“Kuat dugaan kami, Ny. Suwarti yang mengumpulkan KTP Anto. Karena tanda-tangan di KTP dan form dukungan Ny. Suwarti sama persis seperti yang ada di form atas nama Anto,” kata Amalia.
Namun, jika kemudian ia bersikeras juga tidak mengakui pengumpulan KTP, Ny. Suwarti disarankan untuk melayangkan gugatan.
“Ini kita bawa ke polisi untuk dibuktikan secara forensik. Ada ahli forensik tulisan tangan yang bisa buktikan, dan bisa jadi ada CCTV di PIM 1 yang cek di tanggal tersebut (27 Maret 2016),” kata Amalia.Jurnalpolitik.com