Tampilkan postingan dengan label Malasya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malasya. Tampilkan semua postingan

Awas Dicaplok, Malaysia Berminat Bangun PLTU di Pulau Sebatik

17.29.00 Add Comment


BlogDetik86 - Pemerintah Malaysia berminat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dengan kapasitas sekitar 400 megawatt (mw).
Menurut Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie melalui siaran persnya, Jumat (06/5/2016), pembangunan pembangkit tersebut merupakan usulan Pemerintah Malaysia melalui negara bagian Negeri Sabah yang berbatasan langsung dengan Pulau Sebatik (Indonesia).



"Kita menyambut baik usulan pemerintah negara tetangga Malaysia yang berminat membangun PLTU di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan dengan kapasitas yang lumayan besar," ujar dia.

Pemprov Kaltara bersedia memfasilitasi dengan memberikan izin sesuai dengan kewenangan karena peluangnya sangat besar dengan kerja sama yang saling menguntungkan kedua negara.

Irianto Lambrie menyatakan, kerja sama tersebut dapat dilakukan dengan cara konsorsium yang melibatkan perusahaan lokal karena biayanya diperkirakan mencapai 1 juta dolar AS per satu mw.

Di samping itu, kata dia, tetap akan dikerjasamakan dengan PT PLN (Persero) dalam rangka pembangunan jaringan yang mengoneksi Tawau Negeri Sabah dengan Pulau Sebatik (Indonesia).

Pemprov Kaltara memilih Pulau Sebatik sebagai lokasi pembangunan PLTU karena Malaysia telah membangun transmisi dari Tawau menuju Pulau Sebatik sehingga melanjutkan ke wilayah Indonesia di Kabupaten Nunukan.Rimanews
baca juga :



Jokowi Beber 4 Poin Penting Pertemuan Trilateral 3 Negara

23.01.00 Add Comment

BlogDetik86- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan menteri luar negeri dan panglima dari tiga negara di Gedung Agung Yogyakarta, dalam rangka pertemuan trilateral. Selain dari Indonesia, 2 perwakilan asing berasal dari Malaysia dan Filipina.

Jokowi mengatakan ada empat hal yang menjadi pembahasan pertemuan tiga negara ini. Nantinya hal tersebut akan dibahas para panglima tiga negara dan menlu lebih detail.

"Panglima dari Indonesia, Malaysia dan Filipina diharapkan ada empat hal penting. Pertama kerjasama untuk patroli bersama. Jika nanti di lapangan, seperti apa nanti lebih detail," ujar Jokowi di Gedung Agung Kamis (5/5/2016).
Hal pertama yang akan dibahas dalam pertemuan itu adalah tentang patroli bersama.

Poin selanjutnya dalam pertemuan trilateral tersebut, menurut Jokowi, tentang koordinasi yang harus dilakukan jika menemukan permasalahan di tiga negara terkait.
"Kedua, jika terjadi (kasus) di lapangan (saat berpatroli), tindakan apa yang dilakukan. Ketiga, membuka informasi secepat-cepatnya antara crisis center hotline di sini dengan Filipina dan Malaysia," ujarnya.

Sementara yang keempat agar masing masing negara harus membuat SOP (standard operating procedure), jika ada kasus kasus tertentu. Sehingga nantinya ada standar yang baku saat menghadapi masalah di perbatasan tiga negara.