Tampilkan postingan dengan label kreatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kreatif. Tampilkan semua postingan

Bukan Untuk Narsis atau Membuat Sensasi, Remaja Ini Mainan FB Untuk Jualan Peyek Keliling

11.13.00 Add Comment
BlogDetik86 - Jejaring sosial? Yap, kata-kata ini memang mendadak populer di sekitar kita sejak awal tahun 2000-an. Sejak, itu jejaring sosial diwakili oleh dunia blogging, Myspace hingga Friendster. Sampai pada akhirnya, Facebook pun hadir di tahun 2004 kuasai netizen di seluruh dunia hingga saat ini.
Berbicara soal jejaring sosial, khususnya Facebook kamu pasti sudah pada tahu fungsinya kan? Selain difungsikan untuk menambah teman dari berbagai dunia. Lama kelamaan, fungsi jejaring sosial itu pun dimanfaatkan untuk media promo berbagai macam bisnis dan jual beli.
Tak banyak juga sih yang benar-benar memanfaatkan Facebook untuk bisnis atau pun berdagang. Sebab, kebanyakan masih menggunakan jejaring itu untuk keperluan pribadi saja. Apalagi bagi remaja, Facebook seperti lahan dan wadah untuk aktifitas narsis, selfie atau adu status galau.
Beginilah, aktifitas posting Fersya di FB setiap harinya ©Facebook
Beginilah, aktifitas posting Fersya di FB setiap harinya ©Facebook
Namun, sepertinya hal itu tidak berlaku bagi sosok muda yang dikenal sebagai Ferdi Jackmania. Ya, nama akun itulah yang dikenal para pelanggannya di Facebook. Akan tetapi, siapa sangka kalau pemilik akun itu adalah pelajar cowok yang saat ini masih duduk di bangku sekolah menengah asal Probolinggo.
Sosok pemuda yang dikenal sebagai cowok remaja yang lugu dan jujur ini bernama asli Fersya Solehudin. Pelajar SMKN 1 Probolinggo ini anehnya tidak punya kegemaran seperti remaja lainnya. Seperti bermain atau nongkrong di luar jam sekolah, sebab di luar itu ia hanya mau memanfaatkan waktunya untuk belajar dan berjualan membantu keluarga yang dilakoninya sejak masih SMP.
Inilah jawaban Fersya ketika ditanya oleh pelanggannya, benar-benar lugu ©Facebook
Inilah jawaban Fersya ketika ditanya oleh pelanggannya, benar-benar lugu ©Facebook
Lalu, apa fungsi Facebook baginya? Jawabannya adalah hanya untuk mempromosikan dagangannya sehari-hari yang berupa makanan tradisional seperti peyek, lemed, bothok, sate ayam, usus, ampela dan lauk pauk lainnya. Berbekal sepeda yang ia kayuh setiap sore, ia berkeliling dengan rute Wiroborang, kota, Brak, Asabri hingga Muneng di Probolinggo mulai pukul 15.00 sampai 17.00 Wib.
Pose dengan pelanggan dan dagangan untuk ditampilkan di akun pribadinya, itulah kegiatan narsis Fersya ©Facebook
Pose dengan pelanggan dan dagangan untuk ditampilkan di akun pribadinya, itulah kegiatan narsis Fersya ©Facebook
Tak jarang, semua pelanggannya pun di sekitar perkantoran dan perumahan sudah menunggu kedatangan dirinya. Hingga tak perlu lama, lauk pauk buatan ibunya itu pun ludes. Jangan harap, ia akan membuka akun Facebooknya saat berjualan. Karena, ia baru bisa online di warnet selepas berjualan.
Sosok sederhana ini dan tampil apa adanya ini sungguh sangat ulet dalam berdagang. Hampir setiap hari ia memposting info soal rute dan lokasi mangkalnya. Wah, semoga dagangannya semakin laris ya. Bagaimana pendapatmu dengan sosok Fersya atau Ferdi Jackmania ini? kapanlagi.com

Mau Nikah Gratis? Siapkan Dirimu dan Datang Aja ke Pontianak 25 Oktober 2015!

08.41.00 Add Comment

BlogDetik86 - Menikah tentunya menjadi impian setiap orang yang masih hidup sendiri. Namun, terkadang masalah biaya sering kali menjadi penghalang, meskipun sudah memiliki calon pendamping hidup. Nah, menikah massal bisa menjadi pilihan, agar tidak mengeluarkan banyak biaya. Apalagi, biasanya ada program nikah gratis yang digelar pemerintah atau instansi tertentu, seperti yang akan dilakukan olehPemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dalam waktu dekat ini.

Program nikah gratis ini rencananya akan digelar oleh Pemerintah Kota Pontianak dalam rangka Hari Jadi Pontianak yang ke-244 pada tanggal 25 Oktober 2015 mendatang. Biasanya, setiap tahun memang ada arakan pengantin Melayu dalam perayaan ulang tahun kota tersebut. Namun, pada tahun 2015 ini, mereka juga akan mengarak pengantin sungguhan. “Jadi tahun ini yang disiapkan oleh kecamatan ada dua. Pertama arakan pengantin peserta festival, kedua pengantin sungguhan yang akan dinikahkan pada hari tersebut,” jelas Wali Kota Pontianak, Sutarmidji.

Menariknya, sesuai informasi yang didapat melalui foto yang beredar di dunia maya, pasangan pengantin sungguhan yang akan diarak dalam acara tersebut, tak hanya mendapat fasilitas nikah gratis. Kabarnya, mereka juga akan diberi fasilitas berupa cincin kawin emas seberat tiga gram, bantuan make-up sebesar Rp 500 ribu dan menginap gratis di hotel selama satu malam. Wah! Setidaknya, akan ada 24 pasangan pengantin yang akan menikah dan diarah dalam acara itu. Setiap kecamatan akan mengirim empat pasangan. Mereka kemudian diarak di Jalan Ahmad Yani, dari Museum Kalimantan Barat menuju Masjid Raya Mujahidin. Berminat? Hubungi (0561) 772425! 
hellopet.com

Wow!! So Sweet, Wanita 50 Tahun Ini Dapat Jodoh Brondong Gara-gara Salah Kirim SMS

22.22.00 Add Comment
BlogDetik86- Kasey Bergh (53) tak pernah menyangka, jika pertemuan dengan pasangan hidupnya ternyata terjadi dengan sangat unik.
Dimulai saat Bergh sedang melakukan perjalanan bisnis ke Denver, Amerika Serikat, tiba-tiba rekan bisnisnya harus mengalami penundaan penerbangan. Akhirnya, Bergh berinisiatif untuk menghubungi rekan bisnisnya yang lain.
Bergh mengabari rekannya tersebut lewat pesan singkat dan menulis. "Hey, ini Kasey. Aku harusnya bersama Maria di taman, tapi penerbangannya ditunda. Jadi aku ada di Westin. Aku ingin tahu apakah bisa bertemu dengan orang lain?", tulisnya.
Namun, ternyata Kasey tak sengaja salah nomor menulis pesan singakat. Maksudnya, dia ingin mengirim dengan rekan kerja. tersebut bukanlah rekan kerjanya, melainkan seorang pria bernama Henry Glendening, berusia 23 tahun.
Ketika banyak orang tak menghiraukan pesan singkat yang salah alamat, ternyata Glendening dengan baik hati membalas Bergh.
Dia menuliskan, "Maaf kau salah nomor. Namun, kalau saja aku tak sedang menuju kantor, aku akan dengan senang hati menemani pergi. Siapapun berharap kau dapat menemukan teman,".
Setelah pesan singkat tersebut, keduanya berakhir mengirimpesan singkat dengan rutin. Pasca satu minggu kejadian tersebut, keduanya pun bertemu dan membicarakan mengenai perbedaan usia mereka yang berjarak 30 tahun. Kini, keduanya menikah.
Glendening berkata bahwa dia terinspirasi dari buku The Secret, hingga akhirnya berani mengambil keputusan untuk menikahi Berg. "Perbedaan usia tak membuat banyak perbedaan. Kami sangat terhubung dengan hal-hal yang mendalam. Sedari awal, aku merasa kami memiliki gelombang yang sama."
Bergh pun sama, dia berkata, "Aku sudah bahagia ketika melajang, dan aku tak pernah merasa memerlukan pria, hingga akhirnya aku bertemu Henry,". tribunnews.com

Memperingati Hari Batik Nasional, Galeri Indonesia Kaya Kenalkan Batik Pada Generasi Muda

03.15.00 Add Comment
BlogDetik86-Perkembangan teknologi dan era yang semakin modern tidak akan menghalangi generasi muda untuk mempelajari dan mengenal batik khas Indonesia. Galeri Indonesia Kaya memanfaatkan momen Hari Batik Nasional yang kembali dirayakan hari ini untuk memfokuskan diri memperkenalkan batik pada generasi muda. Galeri yang merupakan persembahan dari Bakti Budaya Djarum Foundation ini memilih cara yang lebih modern berbasis internet dan teknologi informasi.
Beragam video kreatif berbentuk infografis dirilis oleh Galeri Indonesia Kaya. Topiknya sangat beragam, mulai dari sejarah batik Indonesia, langkah-langkah pembuatan batik, hingga jenis-jenis motif batik. Semuanya dapat diakses secara bebas melalui akun YouTube resmi IndonesiaKaya.
Video-video tersebut diharapkan dapat mengedukasi masyarakat mengenai dua jenis batik asli Indonesia yaitu batik tulis dan batik cap. Ini dikarenakan pada era modern dua jenis batik yang diproduksi secara lokal oleh pengrajin-pengrajin Indonesia tersebut kini kalah dengan semakin populernya tekstil print bermotif batik. Generasi muda diharapkan dapat mengapresiasi teknik dan keahlian para pengrajin. Selain itu menjaga agar keindahan serta keaslian batik tulis dan cap tidak punah.
Untuk memeriahkan Hari Batik Nasional, serangkaian acara menarik juga sudah diselenggarakan oleh Galeri Indonesia Kaya. Awal bulan September lalu perancang busana ternama Denny Wirawan, dihadirkan untuk menggelar sebuah fashion show di Grand Ballroom Hotel Kempinski. Sebanyak 80 koleksi bertajuk Balijava yang mengeksplorasi keindahan kain batik Kudus dipersembahkan bagi pecinta fashion.
Diangkatnya batik Kudus dalam koleksi busana Denny Wirawan ini sejalan dengan visi Bakti Budaya Djarum Foundation yang mencoba menggairahkan kembali industri batik tersebut. Batik Kudus merupakan salah satu motif batik tertua yang memiliki peranan besar dalam sejarah kemunculan batik di Indonesia. Namun sayang, batik ini sempat terlupakan. Karena itu sejak tahun 2011 berbagai upaya dan perhatian khusus dicurahkan oleh Bakti Budaya Djarum Foundation untuk kembali membuat motif batik ini lestari.
Tidak hanya dapat mengagumi keindahan koleksi Balijava milik Denny Wirawan saja, pecinta fashion pun dapat memilikinya. Koleksi Balijava tersedia di Alun-Alun Indonesia, Grand Indonesia pada 30 September – 19 Oktober 2015.
Bertepatan dengan Hari Batik Nasional, sebuah buku berjudul Batik Kudus juga diluncurkan di Museum Tekstil Indonesia. Buku ini sangat cocok bagi siapa saja yang ingin mengenal lebih jauh mengenai batik Kudus karena berisi rangkuman cerita dan sejarah, motif-motif dan karakteristik istimewa batik tersebut.
Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang luhur dan berharga yang sempat terlupakan selama puluhan tahun. Tahun 2009 menjadi titik tolak kembali populernya batik di era modern. Pada 2 Oktober 2009 UNESCO batik resmi dikukuhkan sebagai warisan budaya tak benda di Indonesia. Akhirnya tanggal tersebut ditetapkan sebagai peringatan Hari Batik Nasional.
Pengolahan kain dengan lilin memang tidak hanya dimiliki Indonesia. Tetapi penggunaan canting, motif yang berfilosofi dan bercerita serta teknik batik Indonesia yang diwariskan turun temurun, tidak dimiliki oleh negara lain di dunia.
Penggunaan busana dengan motif batik memang sudah sangat umum ditemui saat ini. Tetapi, alangkah baiknya jika generasi muda memiliki pengetahuan yang lebih mendalam mengenai batik dan mengeksplorasi lebih banyak lagi jenis motif batik. Tentunya dengan demikian batik akan dicintai dan tetap lestari hingga masa mendatang. sudahkah anda memakai batik hari ini?

Mahasiswa UII ciptakan alarm beker dari mainan tradisioanl, penasaran? Check it out!!

09.06.00 Add Comment

BlogDetik86 - Tiga mahasiswa Teknik Industri Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Achmad Sergian, Alvin Agustin, dan Oni Achmadi membuat inovasi terhadap jam beker dengan mengganti alarmnya dengan mainan tradisional othok-othok. 

Ide ini berasal dari keinginan mengangkat kembali jam beker sekaligus mainan tradisional, yang menurut pantauan mereka sudah mulai tergilas zaman.

Tiga mahasiswa ini merupakan 'anak-anak' Laboratorium Inovasi dan Pengembangan Organisasi (IPO) yang punya fokus dalam hal inovasi produk dan perencanaan bisnis.
Menurut teori yang mereka pelajari, terdapat dua konsep inovasi, yaitu market pull (inovasi yang berasal dari ketidakpuasan dan permintaan konsumen akan suatu produk) dan technology push (inovasi yang datang dari ketidakpuasan peneliti/produsen). Inovasi terhadap karya yang mereka namai clothok ini menggunakan teori technology push.

Produk ini pernah diikutkan dalam lomba Inovasi Produk di ITB pada 2014 lalu dan mendapat peringkat 4, kemudian dikembangkan menjadi Tugas Akhir.
"Clothok ini sudah dipatenkan yang biayanya ditanggung sama jurusan. Kemaren sehabis lomba sempat ada yang berminat ngebeli desain produk ini, katanya untuk diprosuksi massal, tapi kita tolak karena mau dikembangkan sendiri," ungkap Egie, sapaan Achmad Sergian.

Jam beker ini menggunakan bahan utama bambu petung yang dilaminasi. Diakui Egie, dia sedang mencoba menggalakkan kerajinan berbahan dasar bambu.
Keuntungan dari bambu adalah masa panennya yang lebih singkat daripada kayu. Untuk komponen jamnya dibongkar dari jam beker biasa. "Kita belum nyoba pesen mesin jamnya saja tanpa rumahannya," ungkap Egie kepada brilio.net, Rabu (6/5).

Butuh waktu hampir 6 bulan untuk menyempurnakan clothok ini. "Awalnya, jam yang digunakan model digital, mainannnya juga orang-orangan bukan othok-othok ini. Kita rasa bunyinya kurang nyaring makanya kita ganti sama othok-othok," imbuh mahasiswa asal Jogja itu.

Ke depan, jam beker inovasi ini akan diproduksi massal dan dibanderol dengan harga Rp 150 ribu-Rp 200 ribu