Tampilkan postingan dengan label staf khusus presiden. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label staf khusus presiden. Tampilkan semua postingan

Tahu dari media inilah yang dilakukan Jokowi kepada keluarga yang tinggal dikandang Ayam

19.10.00 Add Comment

BlogDetik86, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi mengetahui melalui media bahwa ada warga beserta lima anggota keluarganya tinggal di gubuk reyot bekas kandang ayam di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Presiden pun memerintahkan staf khususnya mendatangi keluarga tersebut di Kota Tasikmalaya, dan memberikan bantuan secara langsung.
"Alhamdulillah, saya dapat bantuan dari Pak Presiden, Pak Jokowi. Sabtu kemarin, ada orangnya yang datang langsung ke sini. Katanya dari Jakarta langsung, staf Pak Presiden. Saya dikasih Rp 10 juta," kata Maulana kepada Kompas.com, Senin (2/5/2016).
Maulana beserta keluarga pun berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan bantuan kepada keluarganya.
Selain dari Presiden Jokowi, Maulana mengaku mendapatkan bantuan dari Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman sebesar Rp 3 juta, dari Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Denny Romdhoni Rp 11,5 juta, dari Baznas Rp 10 juta, serta dari pejabat dan wakil rakyat lainnya yang telah datang dan memberikan bantuan langsung.
"Saya berterima kasih juga kepada para wartawan yang telah membantu informasinya, juga kepada para dermawan yang sangat peduli kepada kondisi keluarga saya. Saya terima kasih banyak," kata Maulana sembari berkaca-kaca.
Maulana yang didampingi istrinya, Heni, dan keempat anaknya, menunjukkan kantong keresek yang berisi susu untuk anaknya, beras, telor, dan makanan lainnya sebagai bukti kegembiraannya.
Ia mengaku, sebagian uang bantuannya dipakai untuk membeli makanan tersebut. Sebagian lagi dibelikan odong-odong untuk mencari nafkah, dan sisanya, yang bernilai cukup besar, akan dipakai membangun rumah untuk keluarganya.
"Alhamdulillah, odong-odong sudah kebeli. Makanan dan susu anak ada sekarang. Sebagian lagi akan digunakan untuk membangun rumah yang layak daripada di sini," kata Maulana.
Sementara itu, pihak kelurahan setempat, saat dikonfirmasi terkait kondisi Maulana, mengatakan bahwa keluarga itu telah mendapatkan bantuan dari Wali Kota dan Baznas. Lurah Cipari Asep Kusdiana tak mengetahui bahwa Maulana mendapatkan bantuan dari Presiden Joko Widodo secara langsung melalui stafnya.
Diberitakan sebelumnya, Maulana bersama istri dan keempat anaknya tinggal di gubuk bambu bekas kandang ayam. Gubuk berukuran 2 x 2 meter itu dijadikan tempat tinggal karena mereka tak memiliki uang untuk menyewa rumah.Kompas.com
baca juga :



Kabar spesial May day dari Presiden Jokowi untuk buruh

22.47.00 Add Comment

BlogDetik86 - Deputi bidang Komunikasi Politik Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo mengatakan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan regulasi terkait perumahan untuk pekerja alias buruh.
’’Nanti, dalam pengembangan kawasan industri, 20 persen wilayahnya untuk perumahan pekerja,’’ ujarnya kemarin (29/4).

Menurut Eko, pemerintah menyadari bahwa selama ini sebagian pekerja belum memiliki tempat tinggal yang layak atau masih mengontrak. Sebagian lainnya, memiliki tempat tinggal layak, namun jaraknya sangat jauh dari tempat kerja. 

Sehingga, aktivitas berangkat maupun pulang kerja sangat menyita tenawa, waktu, dan biaya. "Makanya, regulasi terkait perumahan pekerja terus dimatangkan," katanya.

Eko menyebut, penyediaan tempat tinggal memang menjadi program strategis. Karena itu, sebelumnya sudah ada program sejuta rumah rakyat, dana subsidi perumahan Rp 9,1 triliun pada 2016 melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), serta disahkannya Undang-undang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Terkait masih adanya tuntutan pekerja untuk kenaikan upah, Eko mengatakan agar upah minimum tidak menjadi satu-satunya parameter kesejahteraan pekerja. 

Sebab, pemerintah sebenarnya juga sudah membelanjakan dana puluhan  triliun rupiah melalui program Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Keluarga Sejahtera, serta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan. 

’’Semua program itu bisa dinikmati jutaan tenaga kerja kita, jadi setidaknya meringankan beban keluarga, sehingga gaji yang diterima bisa digunakan untuk keperluan lain,’’ jelasnya.jpnn.com