Tampilkan postingan dengan label luar batang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label luar batang. Tampilkan semua postingan

Yusril: Ahok Mau Bikin Masjid Luar Batang Seperti Borobudur?

22.38.00 Add Comment

BlogDetik86- Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggusur kawasan Kampung Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara terus mendapat tentangan. Kuasa hukum warga Luar Batang, Yusril Ihza Mahendra, meminta pemerintah tak menggusur kampung itu. Yusril meminta pembenahan kawasan Kampung Luar Batang.

"Supaya rapih, supaya bersih. Kalau mau bikin rusun bikin saja rusun di situ, bukan disuruh pindah ke tempat yang jauh sekali," kata dia di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 3 Mei 2016.

Menurut Yusril, permukiman dengan makam dan Masjid Keramat Luar Batang satu kesatuan. "Kalau cuma tinggal masjid, makam, dan lapangan parkir, gimana itu hubungannya?" kata dia. Ia meminta pemerintah memahami kultur keagamaan di mana ada masjid, ada makam, dan ada pula warga.

Jika yang tersisa hanya masjidnya, ia khawatir Masjid Luar Batang akan seperti Candi Borobodur, di Magelang, Jawa Tengah. "Candi Borobudur kan ratusan tahun gak ada warganya. Coba lihat di sekitar Borobudur, ada gak penganut agama Buddha? Penduduknya Islam semua," kata Yusril. "Lama-lama Pak Ahok mau bikin Masjid Luar Batang jadi Candi Borobudur, hehe..."

Yusril adalah kuasa hukum warga RW 01, 02, dan 03 Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Daerah ini juga dikenal sebagai Kampung Luar Batang. Di sana ada Masjid Jami Keramat Luar Batang dan makam.
Menurut Yusril, tidak semua warga memang punya sertifikat tanah. "Tetapi sebagian besar punya. Ada pula yang punya girik dan akta jual beli," ucap dia. Maka Pemprov harus memberikan ganti rugi jika ingin menggunakan tanah itu.

Sejak akhir Maret 2016, tersiar kabar Pemprov DKI akan menggusur Luar Batang. Namun warga menolak penggusuran itu. Mereka memasang banyak spanduk bertuliskan penolakan. Pemerintah lebih dulu merelokasi warga RW 04 dan Pasar Ikan Luar Batang pada 11 April 2016. Memasuki bulan Mei, kondisi Luar Batang kembali memanas sebab rencana penggusuran kembali didengungkan.

Bahkan warga sempat mengusir Sekretaris DKI Saefullah saat berkunjung ke kawasan itu pada Senin 2 Mei 2016 malam. Warga menganggap kedatangan Saefullah ingin memprovokasi warga. Saefullah membantah kedatangannya untuk memprovokasi warga.Tempo.co
baca juga :

Beginilah Arogansi Warga Luar Batang Saat Ini

21.28.00 Add Comment

BlogDetik86, Salah seorang warga Kampung Luar Batang menantang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk memimpin langsung penggusuran kawasan yang rencananya akan dilakukan penggusuran bulan Mei mendatang.

Seperti apa yang dilakukan Juhri (48), ia mengatakan ratusan warga yang tinggal di kampung Luar Batang ini sudah lebih lama tinggal sebelum Ahok menjadi Gubernur DKI. Apalagi, warga disana merupakan pemilik sah tanah, dan telah mengantongi sejumlah sertifikat.

Lalu, menurut Juhri, warga luar batang saat ini sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi gempuran dari aparat TNI, Polri dan Pemprov DKI Jakarta yang berencana akan melakukan penertiban pada Mei 2016 mendatang.

Kini, kondisi kawasan Luar Batang saat ini semakin memanas. Adapun statement Ahok di Balai Kota beberapa hari lalu telah membuat amarah warga semakin memuncak. Berbagai propaganda-propaganda tentang penolakan semakin bertambah banyak termasuk penggalangan pasukan yang telah disiapkan sejumlah orang untuk menghadapi alat berat.

Seperti seorang Sekretaris Masjid Luar Batang Mansur Amin yang menambahkan, Ahok silakan melibatkan Polri, TNI dalam jumlah besar dan tidak perlu memberikan surat peringatan (SP) satu, dua dan tiga. Karena menurut Mansur, sejumlah ormas dan ratusan warga eks relokasi di sejumlah kawasan DKI Jakarta telah melakukan persiapan untuk menghadang aparat kemanan.

“Kami tantang Ahok pimpin langsung penggusuran Luar Batang, jangan cuman ngomong dari jauh. Giliran kita samperin malah ngumpet,” tegasnya, pada hari Minggu, 24 April 2016.


Selanjutnya, warga Luar Batang akan tetap melakukan proses hukum dengan memberi kuasa kepada Yuszril Ihza Mahendra untuk segera melakukan gugatan.

Sementara itu, PDIP meminta Pemprov DKI Jakarta agar tidak menggerakkan aparat negara seperti Polri dan TNI dalam melakukan penggusuran rumah tinggal warga. Karena, cara seperti ini merupakan gaya orde baru.
Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun mengatakan bahwa penertiban yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta menimbulkan pro dan kontra. Bahkan, penggusuran cendrung terlihat arogan.

“‎Kita pastinya ingin Jakarta bagus dan indah. Tapi, penggusuran jangan sampai ada aparat membawa senjata. Jangan buat Jakarta jadi neraka buat rakyat miskin,” kata ‎Komarudin di Kampung Duri Pulo, Jakarta Barat.hello-pet.com
baca juga :

semakin (PAN)as antara Amien Rais dan Ahok



Keren!!! Ini program Ahok untuk Masjid Luar batang.

15.15.00 Add Comment

BlogDetik86– Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku ingin melebarkan kawasan Pasar Ikan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Hal itu untuk menjadikan Masjid di Luar Batang tempat wisata religi.
“Saya juga sedang mau lebarin supaya Masjid Luar Batang itu jadi tempat wisata religi terbaik. Nyambung dengan Kota Tua, nyambung dengan Islamic Center, tinggal tunggu LRT (Light Rail Transit). Jadi kami pengen ada wisata religi di Jakarta,” ujar Ahok di Balaikota DKI Jakarta, Senin (25/4/2016) siang.
Ahok mengatakan apabila wisata religi Masjid Luar Batang terwujud, maka para pedagang kaki lima (PKL) dan nelayan dapat berjualan di kawasan tersebut.
“Kalau ada wisata religi, yang PKL bisa jualan enggak? Nelayan bisa jualan enggak? Mau wisata ke Sunda Kelapa, lihat-liha Kapal Pinisi bisa enggak? Semua bisa. Ya, kami cuma butuh rapikan. Itu juga tanah kami kok. Saya pernah bilang sama pengurus masjid, kan saya sudah ngomong sama dewan masjid, semua,” ungkap Ahok.
Mantan Bupati BelitungTimur itu mengaku sudah mensosialisasikan kepada warga sekitar. Apakah bersedia mewakafkan tanahnya agar Masjid Luar Batang lebih bagus. Dalam sosialisasi itu, Ahok juga tidak percaya dengan fitnah tentang dirinya yang menertibkan kawasan Luar Batang secara bersemena-semena.
“Kalau ada masjid, dan di luarnya ada rumah penduduk, tawarin penduduk itu mau enggak “wakafin” tanda kutip wakaf ya. Wakaf bukan dikasih gitu aja, kasih supaya masjid itu supaya terang benderang ada plasa. Kami yang akan membayar rumah-rumah itu. Saya ngomong berkali-kali depan dewan masjid. Kami sampaikan berkali-kali, nah jadi jangan terlalu cepat percaya fitnah,” pungkas Ahok.tigapilarnews.com
baca juga :

KPK: Pertemuan Pimpinan DPRD di Rumah Aguan Terkait Suap Reklamasi