Tampilkan postingan dengan label Fahri Hamzah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fahri Hamzah. Tampilkan semua postingan

FAHRI TAK PERCAYA PEMERINTAH TERKAIT PEMBEBASAN 10 WNI DI FILIPINA

17.43.00 Add Comment

BlogDetik86, Pemerintah dan sejumlah pihak yang terkait dalam pembebasan 10 WNI dari tangan Abu Sayyaf sudah sering menyampaikan tak mengeluarkan uang tebusan seperti diminta kelompok bersenjata yang berbasis di Filipina tersebut.

Namun klaim tersebut diragukan banyak kalangan. Salah satunya Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. "Yah, saya enggak percaya saja gratis," ujar Fahri (Rabu, 4/5).

Meski begitu, Fahri tidak mengesampingkan peran para pihak yang mengklaim berjasa tersebut. Namun dia berharap polemik klaim-mengklaim ini tidak diperpanjang.

"Ambil itikad baiknya. Semua orang dapat pahala. Ada yang beli mansion, ada yang sewa pesawat, ada yang bayarin Abu Sayyaf. Soalnya nyawa orang yang kita selamatkan itu sama saja menyelamatkan nyawa bangsa kita juga," ujarnya.

Karena itu dia mendesak Presiden Joko Widodo tampil di publik dan memberikan klarifikasi, siapa saja yang berperan dalam pembebasan 10 ABK tersebut. "Tapi jangan kemudian bertengkar. Nah Presiden harus keluar menengahi yang terlibat. Jangan biarin orang bertengkar. Kasihan," tandasnya.

Sebelumnya tim kemanusiaan Surya Paloh yang merupakan sinergi Yayasan Sukma, Media Group, dan Partai Nasdem mengklaim mengklaim sebagai pihak yang berjasa. 

Namun, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein, yang juga sebagai negosiator, menegaskan pembebasan 10 WNI tersebut bukan kerja partai. Karena itu dia mengingatkan jangan ada yang berusaha mencari nama lewat pembebasan WNI tersebut.

Menlu Retno Marsudi sendiri mengakui pembebasan 10 WNI itu melibatkan banyak pihak. "Bahwa ini adalah diplomasi total, yang tidak saja hanya terfokus pada diplomasi G to G, tetapi juga melibatkan jaringan-jaringan informal," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga menepis bahwa pembebasan teresbut tak menggunakan uang tebusan. "Ya terang saja dilepas, wong dibayar kok," ucap Megawati..Rmol.co

baca juga :

Nama Saya Yuyun

Waspadalah !!!Gerakan Makar Hizbut Tahrir Indonesia

PIDATO HIMBAUAN (KASATKORNAS BANSER/KOMANDAN BANSER NASIONAL) H. ALFA ISNAENI




Gagal Lantik Pimpinan Komisi VIII,Legitimasi Politik Fahri Hamzah Tergerus

16.07.00 Add Comment

BlogDetik86, Jakarta - Pelantikan pimpinan Komisi VIII DPR dari Ledia Hanifa ke Iskan Lubis gagal dilaksanakan lantaran Fahri Hamzah yang dijadwalkan memimpin pelantikan tersebut. Legitimasi politik Fahri Hamzah pun kian tergerus.

Pada Rabu (27/4/2016) siang, puluhan wartawan dari media cetak,online dan elektronik telah beerkerumun merapat di selasar ruang Komisi VIII yang terletak di Gedung Nusantara II DPR. 

Kehadiran puluhan wartawan itu tak lain ingin mengabadikan pemandangan menarik yakni prosesi pergantian Wakil Ketua Komisi VIII Ledia Hanifa ke Iskan Lubis yang rencananya bakal dipimpin Fahri Hamzah yang hingga saat ini masih bersikukuh menduduki kursinya sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Peristiwa tersebut tentu menarik. Penyebabnya tak lain karena Fahri Hamzah yang telah ditarik dari Pimpinan DPR dan dipecat dari keanggotaannya sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu dijadwalkan melantik pergantian pimpinan alat kelengkapan dewan (pimpinan Komisi VIII). Leedia Hanifa juga sebagai figur yang telah ditunjuk PKS sebagai Wakil Ketua DPR menggantikan Fahri Hamzah.

Jadwal pelantikan yang semula pukul 13.00 itu mundur menjadi pukul 15.00. Namun saat waktunya tiba, tidak ada gelagat rapat pelantikan segera dimulai. Salah satu staf sekretariat Komisi VIII menyebutkan pelantikan pergantian Wakil Ketua Komisi VIII batal dilakukan.

Saat dikonfirmasi tentang gagalnya pelantikan pimpinan Komisi VIII, Fahri Hamzah mengatakan mulanya dirinya bakal menghadiri pelantikan Pimpinan Komisi VIII. "Tapi ada perkembangan yang saya hormati ternyata Bu Ledia belum bisa diganti. Kenapa? Saya nggak tau. Saya sudah siap tadinya tapi kmudian ada perubahan," ujar Fahri.

Fahri menyebutkan berita acara pergantian Pimpinan Komisi VIII telah di atas meja kerjanya. Hanya saja, kata Fahri, terdapat masalah sehingga Ledia masih menjabat sebagai Ketua Komisi VIII.
Namun informasi berbeda dari sumber INILAH.COM di internal Komisi VIII menyebutkan kegagalan pelantikan Pimpinan Komisi VIII lantaran anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PKS enggan hadir bila Fahri Hamzah yang melantik. "Fraksi PKS boikot jika Fahri yang melantik. Teman-teman bersikukuh tetap di atas (Nusantara 1) jika Fahri yang melantik," sebut sumber tersebut.
Sikap tersebut diambil Kelompok Fraksi PKS di Komisi VIII, ujar sumber tersebut, lantaran demi menjaga marwah keputusan partai. "Ini soal kewibawaan kelembagaan yang tidak mau dilecehkan oleh Fahri," tambah sumber tersebut.

Saat dikonfirmasi ke internal PKS terkait sikap Poksi PKS di Komisi VIII yang memboikot acara yang dipimpin Fahri Hamzah, salah satu elit PKS menjawab diplomatis tentang hal tersebut. "Teman-teman solid nolak Fahri," cetus sumber di internal PKS.

Peristiwa gagalnya pelantikan pimpinan Komisi VIII ini diprediksikan bakal menjadi bola es yang akan terus menggelinding. Imbasnya, legitimasi politik Fahri kian tergerus. Ujungnya, Fahri Hamzah bakal dipermalukan dengan sikap politiknya sendiri yang bersikukuh mempertahankan kursi Wakil Ketua DPR RI.Inilah.com

baca juga :

bertele-tele Jokowi ancam DPR akan keluarkan Peraturan Pemerintah,begini ancamannya


Fahri Hamzah Tidak Hadiri Milad PKS, Ini Jawaban Sohibul Iman

05.21.00 Add Comment

BlogDetik86- Fahri Hamzah tidak diundang dalam acara Milad Ke-18 Partai Keadilan Sejahtera (PKS)‎ yang acara puncaknya di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Minggu (24/4/2016). Presiden PKS Sohibul Iman memiliki jawaban sendiri.
"Kita mengundang pengurus saja," kata Sohibul usai acara.
Saat berpidato pada acara ini, Sohibul menyindir, di partai politik manapun, dalam berdemokrasi tidak hanya menjunjung kebebasan tapi kedisiplinan. Menurut Sohibul, pidato ini bukan ditujukan kepada Fahri secara pribadi. Namun, ditujukan secara universal untuk siapapun dan partai apapun.
"Itu secara universal. Dan itu saya sudah sampaikan dalam ICAPP kemarin. Kita itu bicara bagaimana politik kita ke depan, kita tidak bicara orang-perorang. Karena kita harus mengonsentrasikan energi kita mengurus 250 juta lebih," ungkapnya.
Selain Fahri, ada kader PKS lain yang tidak hadir, yaitu Mantan Presiden PKS Anis Matta. Belakangan diketahui, Anis tengah berada di tanah suci Mekkah untuk menjalankan ibadah umroh.
Untuk diketahui, ‎dalam pidatonya di acara ini, Presiden PKS Sohibul Iman menyinggung soal partai politik dalam berdemokrasi. Menurutnya, demokrasi bukan sekedar kebebasan dalam berbicara. Namun, demokrasi juga bicara soal kedisiplinan.
"Banyak mereka yang berpikiran bebas, kadang mereka menjadi orang yang sulit diajak berpikir di tingkat institusi karena di situ ada batas-batas yang harus diperhatikan," kata Sohibul.
Sejumlah elit PKS hadir dalam acara ini. Di antaranya, Ketua Majelis Partai PKS Salim Segaf Al Jufri, dan elit lainnya seperti Hidayat Nur Wahid, Adang Darajatun, Surahman Hidayat, dan Ledia Hanifa.
Selain itu, sejumlah tamu undangan turut hadir dalam acaranya. Di antaranya, Presiden Ketiga RI BJ Habibie dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso. Sejumlah tamu undangan dari partai lain juga tampak hadir. Namun, elit Koalisi Merah Putih (KMP) seperti Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Zulkifli Hasan, dan Yusril Ihza Mahendra, tidak tampak dalam acara ini.suara.com

baca juga :

Dimarahi Ahok, Wali Kota Jakut Cengeng, Kepala BPBD DKI Tegar